Faktor Risiko Penyakit Alzheimer Yang Masih Kontroversial

penyakit alzheimer, penyakit alzheimer, gejala penyakit alzheimer, menyembuhkan penyakit Alzheimer, obat penyakit alzheimer, pencegahan penyakit alzheimer, pengobatan penyakit alzheimer, penyakit alzheimer dan parkinson, penyakit alzheimer pada usia muda, penyakit alzheimer pdf, penyakit alzheimer pptCara-menyembuhkan.com – Ada beberapa penyebab Penyakit Alzheimer yang masih kontroversial. Beberapa logam berat, seperti alumunium, seng dan juga virus tertentu dikaitkan dengan faktor penyebab Alzhemer.

Resiko Penyakit Alzheimer Kontroversial

Alumunium

Salah satu teori yang paling umum dan kontroversial tentang penyebab Alzheimer adalah alumunium. Alasan ini berdasarkan pada penyakit ketika para peneliti menemukan jejak logam ini dalam otak pasien dengan penyakit Alzheimer. Meskipun studi tersebut terus dikembangkan, hingga sekarang masih banyak pertanyaan yang tidak terjawab mengenai studi tersebut.

Aluminium tidak muncul dalam jumlah yang lebih tinggi dari normal dalam beberapa otopsi studi pasien Alzheimer, dan itupun tidak semua pasien Alzheimer ditemukan alumunium dalam otaknya. Keraguan lebih lanjut tentang aluminium sebagai penyebab Alzheimer setelah penelitian terbaru melaporkan bahwa penyebaran alumunium pada pasien Alzheimer bukan hanya terjadi pada otak saja. Sebaliknya, beberapa bisa berasal dari bahan khusus yang digunakan di laboratorium untuk mempelajari jaringan otak.

Aluminium adalah unsur umum dalam kerak bumi yang ditemukan dalam beberapa makanan dan sejumlah kecil alat rumah tangga. Akibatnya, ada kekhawatiran bahwa aluminium dalam diet atau diserap dengan cara lain bisa menjadi faktor risiko Alzheimer. Satu studi menemukan bahwa orang yang menggunakan antiperspirant dan antasida yang mengandung aluminium memiliki risiko lebih tinggi terkena Alzheimer. Selain itu juga telah melaporkan hubungan antara paparan aluminium dan penyakit Alzheimer.

Di sisi lain, berbagai studi telah menemukan bahwa kelompok orang yang terkena tingkat tinggi paparan aluminium tidak memiliki peningkatan risiko. Selain itu, aluminium dalam peralatan memasak tidak masuk ke dalam makanan, dan aluminium yang tidak terdapat secara alami di beberapa makanan, seperti kentang, tidak diserap dengan baik oleh tubuh. Secara keseluruhan, para ilmuwan dapat mengatakan apakah paparan aluminium berperan dalam penyakit Alzheimer, jawabanya “belum pasti”.

Seng(Zn)

Seng telah terlibat dalam penyakit Alzheimer dalam dua cara. Beberapa laporan menunjukkan bahwa terlalu sedikit seng dapat menyebabkan Alzheimer, terlalu banyak seng juga dapat meningkatkan risiko Alzheimer. Kekurangan seng dikatakan sebagai penyebab Alzheimer setelah para peneliti menemukan kurangnya seng pada otopsi otak pesien Alzheimer, terutama didaerah tertentu.

Di sisi lain, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa terlalu banyak seng juga meningkatkan risiko Alzheimer. Dalam percobaan laboratorium ini, seng menyebabkan beta amiloid dari cairan cerebrospinal (cairan yang menggenangi otak) untuk membentuk gumpalan mirip dengan plak penyakit Alzheimer. Hingga saat ini pengarus seng pada penyakit Alzheimer masih terus diteliti dan belum memberikan data yang valid.

Racun Dalam Makanan

Racun dalam makanan dipercaya menyebabkan beberapa kasus demensia. Dua zat yang ditemukan dalam biji kacang-kacangan tertentu di Afrika, India, dan Guam dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf. Keduanya meningkatkan aksi dari zat yang disebut glutamat, yang juga telah terlibat dalam penyakit Alzheimer.

Di Kanada, wabah penyakit sistem saraf yang mirip dengan Alzheimer terjadi di kalangan orang-orang yang makan kerang yang terkontaminasi dengan asam demoic. Zat Kimia ini, seperti zat legum, meningkatkan glutamat.

Virus

Virus menjadi penyebab dari beberapa penyakit kronis. Dalam beberapa penyakit sistem saraf, virus adalah pelakunya. Virus dapat bersembunyi di dalam tubuh selama puluhan tahun sebelum kombinasi yang memungkinkan terjadi. Kombinasi virus yang terjadi selama bertahun-tahun dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.

Sedikitnya bukti bahwa virus dapat menyebabkan penyakit Alzheimer, membuatnya masih kontroversial. Meski pada studi tahun 1980 telah memberikan data yang merujuk pada kebenaran, penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan.

Facebook Comments