Mengenal Diabetes Gestasional dan Cara Penyembuhannya

mengenal diabetes gestasional dan cara penyembuhannyaCara-menyembuhkan.com – Diabetes Gestasional adalah gangguan dari glukosa yang dipicu oleh kehamilan, biasanya menghilang setelah melahirkan. Diabetes militus Gestasional didefinisikan sebagai gangguan toleransi glukosa berbagai tingkat yang diketahui pertama kali saat hamil tanpa membedakan apakah penderita perlu mendapat insulin atau tidak. Pada kehamilan trimester pertama kadar glukosa akan turun antara 55-65% dan hal ini merupakan respon terhadap transportasi glukosa dari ibu ke janin.

Diabetes gestasional terjadi pada minggu ke 24 sampai ke 28 pada masa kehamilan. Walaupun diabetes pada masa kehamilan ini termasuk salah satu faktor resiko terkena diabetes tipe 2, tapi kondisi ini adalah kondisi yang bersifat sementara dimana kadar gula darah akan kembali normal setelah melahirkan. Disebut diabetes gestasional bila gangguan toleransi glukosa yang terjadi sewaktu hamil kembali normal dalam 6 minggu setelah persalinan.

Pada wanita hamil, sampai saat ini pemeriksaan yang terbaik adalah dengan test tantangan glukosa yaitu dengan pembebanan 50 gram glukosa dan kadar glikosa darah diukur 1 jam kemudian. Jika kadar glukosa darah setelah 1 jam pembebanan melebihi 140 mg% maka dilanjutkan dengan pemeriksaan test tolesansi glukosa oral.

Wanita yang telah memiliki diabetes gestational juga berpotensi memiliki diabetes tipe 2 di kemudian hari. Anda mungkin dapat mencegah atau mengurangi keparahan diabetes tipe 2 dengan mengontrol berat badan, makan makanan sehat, dan meningkatkan aktifitas fisik Anda.

Penyebab Diabetes Gestasional

Pankreas dalam tubuh kita membuat hormon yang disebut insulin. Insulin berfungsi menggunakan dan menyimpan gula dari makanan yang kita makan, sehingga tingkat gula darah Anda dalam kadar normal. Ketika Anda hamil, plasenta akan membuat hormon yang menyulitkan kinerja insulin sehingga tubuh kekurangan hormon insulin atau disebut resistensi insulin. Resistensi insulin pada wanita hamil membuat kadar gula dalam darah tidak terkontrol, inilah yang disebut diabetes gestasional.

Gejala Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional mungkin tidak menimbulkan gejala. Maka saat sedang hamil sebaiknya Anda memeriksakan kondisi darah Anda, untuk mengetahui apakah Anda memilki diabetes gestasional atau tidak. Anda mungkin akan terkejut jika tes menunjukkan kadar gula darah yang tinggi. Lakukan segera pengobatan dini, karena gula darah yang tinggi dapat menyebabkan masalah bagi Anda dan bayi Anda.

Kehamilan biasanya menyebabkan wanita sering buang air kecil dan selalu merasa lapar. Memiliki gejala-gejala ini tidak selalu berarti wanita memiliki diabetes, mengingat gejala diabetes juga hampir sama. Bicarakan dengan dokter jika Anda mengalami gejala tersebut, sehingga Anda dapat diuji untuk diabetes setiap saat selama kehamilan.

Diagnosis Diabetes Gestasional

The American Diabetes Association merekomendasikan bahwa semua wanita yang belum didiagnosis dengan diabetes sebaiknya diuji untuk diabetes gestasional antara 24 sampai 28 minggu setelah kehamilan. Pengujian biasanya menggunakan Tes Toleransi Glukosa Oral (OGTT), yaitu mengukur kemampuan tubuh dalam mengatur glukosa.

Pengobatan Diabetes Gestasional

Beberapa wanita dengan diabetes gestasional dapat mengontrol kadar gula darah mereka dengan mengubah pola makan dan berolahraga secara teratur. Ini merupakan pilihan yang tepat, karena selain mencegah diabetes gestasional pada kehamilan berikutnya, juga dapat mencegah datangnya diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Selain itu Anda dapat melakukan beberapa terapi pengobatan. Terapi pengobatan terhadap diabetes gestasional antara lain:

  1. Suntikan Insulin
    Dokter mungkin akan memberikan suntikan insulin untuk membantu mengontrol gula darah Anda.
  2. Obat Konvensional.
    Ada juga pil yang disebut glyburide dan metformin yang digunakan untuk diabetes tipe 2, yang digunakan beberapa dokter untuk mengobati wanita yang menderita diabetes gestasional. Kombinasi kedua obat tersebut menimbulkan efek samping, misalnya sakit kepala, gangguan pencernaan, dan resiko hipoglikemia.
  3. Obat Herbal (Herbal Diabetes)
    Selain kedua pengobatan diatas ada alternatif pengobatan lain yang lebih Aman yaitu dengan obat herbal. Banyak ahli kesehatan yang menyarankan penggunaan produk herbal untuk mengatasi diabetes gestasional dibanding obat konvensional. Obat herbal dipercaya lebih aman karena terbuat dari bahan alami. Meski begitu Anda juga jangan sembarangan dalam memilih obat herbal, karena diabetes bukan penyakit sembarangan. Salah satu produk yang telah teruji secara klinis dan terbukti berkhasiat mengobati diabetes adalah Diabetevin.Kandungan Diabeteavin bekerja dengan meningkatkan regenerasi sel beta pankreas sebagai pelepas insulin. Meningkatkan jumlah sel beta pankreas dapat meningkatkan produksi insulin sehingga kadar gula dalam darah kembali normal. Selain itu Diabetavin juga dapat menghilangkan rasa cepat lelah akibat diabetes.

Perawatan Diabetes Gestasional Selama Kehamilan

Perawatan untuk diabetes gestasional selama kehamilan meliputi:

1. Diet Makan yang Seimbang

Setelah Anda mengetahui bahwa Anda memiliki diabetes gestasional, Anda harus membatasi jumlah karbohidrat yang Anda makan sebagai cara untuk mengontrol gula darah. Terlebih bagi Anda yang terlalu gemuk atau obesitas, pengurangan harus dilakukan secara signifikan. Untuk mengetahui cara diet yang tepat, konsultasikan ke dokter! Wanita obesitas memiliki risiko tinggi terkena tekanan darah tinggi dan masalah sirkulasi darah yang disebut preeklamsia.

2. Berolahraga secara Teratur

Cobalah untuk melakukan setidaknya 2 jam seminggu latihan sedang. Ini dapat dilakukan dengan melakukan aktifitas fisik selama 30 menit sehari, minimal 5 hari seminggu. Olahraga teratur membantu mengontrol kadar gula darah Anda. Jika Anda belum pernah berolahraga secara teratur atau tidak pernah berolahraga sebelum Anda hamil, bicarakan dengan dokter sebelum Anda memulai berolahraga.

3. Memeriksa Kadar Gula Darah

Bagian terpenting dalam merawat diabetes gestasional adalah memeriksa tingkat gula darah secara rutin.

4. Pemantauan Pertumbuhan Janin

Dokter akan memantau gerakan janin dengan menghitung jumlah “tendangannya” untuk mengetahui apakah janin bergerak normal atau lebih sedikit dari biasanya.

Mendapatkan pemeriksaan medis yang teratur. Dokter akan memeriksa tekanan darah Anda dan menguji sampel urin Anda. Dokter juga akan membahas tingkat gula darah Anda, apa yang Anda makan, berapa banyak Anda berolahraga, dan berapa berat badan Anda.

Facebook Comments