Cari Tahu Bahaya Hipetensi (Tekanan Darah Tinggi) Saat Hamil

Apa itu Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) saat Hamil

Hipertensi atau tekanan darah tinggi saat hamil adalah keadaan dimana tekanan darah lebih dari 140/90 pada masa kehamilan. Akan tetapi tekanan darah tinggi pada saat kehamilan tidak selalu berarti kondisi yang bahaya dan buruk untuk janin dan ibu.

Tentu dari kalian banyak yang bertanya-tanya apakah jika pada saat masa kehamilan menderita tekanan darah tinggi memerlukan perawatan yang khusus apa tidak? Jawabanya tergantung jenis hipertensinya, karena pada dasarnya terdapat beberapa jenis hipertensi dalam kehamilan, dianatanya adalah:

Jenis hipertensi saat Hamil

1. Hipertensi gestasional

Merupakan tekanan darah tinggi yang terjadi pada ibu hamil yang sebelumnya belum dan tidak menderita tekanan darah tinggi. Keadaan tersebut dapat kembali normal sebelum 12 minggu setelah melahirkan, tanpa di dapatkan adanya protein dalam urin.

2. Hipertensi Preeclampsia

merupakan tekanan darah tinggi yang terjadi pada ibu hamil setelah usia kehamilan 20 minggu, dengan didapatkan adanya protein dalam urin >+1 atau lebih dari 300 mg/24 jam.

Hipertensi jenis preeclampsia ini dibagi dalam dua jenis yaitu hipertensi berat dan ringan. Untuk preeclampsia berat mempunyai tekanan darah lebih dari 160/110 dengan kadar protein dalam urin mencapai 2 gr/24 jam atau lebih dari 2+, serta adanya penurunan kadar trombosit < 100.000, peningkatan kadar kreatinin serum > 1.2 mg/dL, peningkatan kadar enzim hati, nyeri kepala, nyeri ulu hati dan peningkatan LDH.

3. Hipertensi Preeclampsia superimposed

Merupakan jenis darah tinggi dimana penderita telah sebelumnya menderita darah tinggi, dimana disertai dengan ditemukannya protein dalam urin pada ibu hamil, dan protein ini tidak ditemukan sebelum usia kehamilan 20 minggu.

4. Hipertensi kronik

Merupakan jenis darah tinggi yang terjadi pada ibu hamil yang telah sebelumnya telah mederita hipertensi, dan/atau hipertensi tersebut menetap setelah 12 minggu setelah melahirkan.

Gejala Hipertensi pada saat Hamil

Pada umumnya gejala hipertensi pada ibu hamil tidak memiliki gejala atau tanda-tanda. Akan tetapi pada beberasa kasus yang pernah terjadi dan dianalisa, terdapat beberapa gejala berikut

  • Nyeri pada kepala secara terus menerus
  • Merasakan nyeri pada ulu hati
  • Mengalami gangguan pada penglihatan
  • Merasakan tegang pada tengkuk
  • Mengalami kejang pada eklampsia

Penyebab Hipertensi pada saat Hamil

Perlu diketahui bahwa penyebab terjadinya hipertensi pada saat hamil masih menjadi perdebatan oleh beberapa ahli. Akan tetapi berdasarkan beberapa kasus yang pernah terjadi dan dianalisa, terdapat beberapa penyebab penting sebagai berikut

  • Adanya implantasi plasenta yang invasif dan abnormal pada rahim
  • Adanya reaksi imunologis yang salah terhadap adanya janin
  • Adanya faktor genetik (keturunan) yang diturunkan.
  • Kekurangan asupan zat gizi yang cukup dan seimbang
  • Adanya gangguan dalam pembentukan prostaglandin yang mempengaruhi kekakuan dari pembuluh darah
  • Adanya gangguan pada zat dalam rahim yang mempengaruhi kekakuan dari pembuluh darah.

Resiko Hipertensi Selama Kehamilan

Semua penyakit tentunya banyak mengandung resiko, apalagi penyakit yang di derita selama kehamilan. Adapun beberapa resiko dari dari penyakit darah tinggi selama masa kehamilan adalah sebagai berikut:

1. Penurunan aliran darah ke plasenta

Apabila plasenta tidak mendapatkan daah yang cukup, maka janin akan mengalami kekurangan oksigen dan gizi yang dikonsumsi oleh ibu hamil, sehingga berdampak pada asupan darah ke plasenta menjadi lebih sedikit.

Hal tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan janin menjadi lambat, dan bahkan dapat mengakibatkan berat badan bayi pada saat lahir rendah, atau kemungkinan melahirkan secara prematur, dan prematur sendiri dapat menyebabkan gangguan pernapasan pada bayi.

2. Placental abruption

Preeklamsia sendiri dapat meningkatkan risiko placental abruption, di mana plasentanya terpisah dari dinding dalam rahim sebelum kelahiran. Abruption yang parah dapat menyebabkan perdarahan berat dan kerusakan pada plasenta, yang dapat mengancam nyawa ibu dan perkembangan janin.

3. Persalinan prematur

Resiko yang selanjutnya adalah melahiran secara prematur, untuk mencegah hal tersebut dalam proses kehamilan, kesadaran dan perawatan pada awal kehamilan sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi yang berpotensi mengancam nyawa, karena persalinan yang prematur.

4. Penyakit kardiovaskular di masa depan

Resiko yang terakhir dari penyakit darah tinggi yang di derita saat masa kehamilan adalah menderita penyakit kardiovaskular di masa depannya. Kardiovaskular adalah meningkatnya resiko penyakit jantung dan dan menyebabkan penyakit pembuluh darah di masa depan.

Risiko tersebut dapat menjadi lebih besar jika ibu telah memiliki preeclampsia lebih dari sekali atau sudah pernah mengalami kelahiran prematur.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, sebaiknya setelah melahirkan selalu menjaga berat badan ideal, dengan memakan berbagai buah-buahan dan sayuran, berolahraga secara teratur, dan tidak merokok.

Semoga artikel diatas, dapat bermanfaat bagi Anda sekalian.

Lakukanlah hidup sehat, dan jagalah buah hati Anda sejak dalam kandungan, karena tersebut adalah anugrah.

Salam Sehat Selalu dari Kami

CV Karya Abadi