Apakah Cuaca Mempengaruhi Resiko Stroke?

apakah cuaca mempengaruhi resiko strokeCara-menyembuhkan.com РStudi menunjukkan pasien rawan inap dan angka kematian dengan penyakit stroke berhubungan dengan perubahan suhu dan kelembaban. Mungkin hal itu nampak aneh, namun para peneliti telah menemukan kemungkinan hubungan antara kondisi cuaca  dan kejadian tertentu dapat pengaruhi resiko stroke. Menurut sebuah studi baru, variasi suhu yang lebih besar setiap hari dan kelembaban yang lebih tinggi masing-masing dikaitkan dengan angka rawat inap karena stroke yang lebih tinggi.

Para Peneliti Bersepakat Cuaca Sangat Mempengaruhi Resiko Stroke

Para peneliti juga menemukan bahwa suhu rata-rata tahunan yang dingin dikaitkan dengan rawat inap stroke dan kematian. Perubahan suhu harian rata-rata 5 derajat Fahrenheit dikaitkan dengan peningkatan sekitar 6% dalam resiko stroke dan rawat inap.

Namun pendapat lain diungkapkan oleh Judith Lichtman, seorang profesor epidemologi di Yale School of Public Health. Menurutnya alasan dari penelitian terdahulu tidak jelas. Meskipun hasil penelitian menunjukkan hubungan antara cuaca dan resiko stroke, tetapi ini tidak membuktikan hubungan sebab akibat. Fluktuasi harian suhu dan kelembaban yang meningkat hanya bisa mengakibatkan stres. Orang-orang pada resiko stroke mungkin ingin menghindari terkena perubahan suhu yang signifikan dan kelembaban yang tinggi.

Bagaimana Suhu Bisa Berfluktuasi pada Stres Tubuh?

Menurut dr. Mark Stecker, Ketua Departemen Ilmu Saraf di Winthrop University Hospital di Mineola, ketika suhu turun pembuluh darah di kulit berkonstriksi/menyempit sehingga tubuh tidak membuang banyak panas. Ketika suhu di luar menjadi hangat, pori-pori kulit terbuka untuk meningkatkan panas yang hilang melalui kulit.

Untuk meneliti lebih lanjut mengenai hubungan antara cuaca dan stroke, Judith Lichman dan timnya menggunakan statistik dari database nasional tahun 2009-2010 pada pasien rawat inap di rumah sakit. Lichtman mencatat ada pasien rawat inap dengan stroke iskemik yang berusia 18 tahun atau lebih. Stroke iskemik ini terjadi sebagai akibat dari obstruksi dalam pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Penelitian ini melibatkan data dari 135000 pasien.

Dalam penelitiannya, Lichtman juga memperhatikan faktor-faktor lain yang beresiko menyebabkan stroke misalnya wilayah tempat tinggal pasien, musim, umur, jenis kelamin, ras dan masalah kesehatan pasien (seperti diabetes dan tekanan darah tinggi). Penelitian ini sebenarnya bukan penelitian yang pertama untuk menunjukkan hubungan antara cuaca dan resiko stroke. Penelitian lain pernah dilakukan oleh Eropa dan Jepang dan telah menunjukkan asosiasi musiman untuk cuaca dan stroke.

Lichtman menyarankan agar orang-orang yang memiliki resiko tinggi terkena stroke dan tinggal di daerah fluktuasi cuaca yang ekstrim bisa meningkatkan lagi terhadap tanda-tanda dan gejala stroke. Sementara itu, Stecker mengatakan penelitian itu akan memiliki dampak minimal pada pengelolaan resiko stroke.

Lakukan Pencegahan dengan Mengkonsumsi Herbal Alami

Memahami alasan untuk mengetahui hubungan antara kondisi cuaca dan stroke bisa mengarah pada pengembangan intervensi pencegahan yang ditargetkan. Meski cuaca bukan penyebab utama yang menyebabkan orang beresiko stroke, ada baiknya Anda juga fokus pada hal lain yang memang sangat berpengaruh. Menjaga pola hidup sehat, menjaga berat badan, dan menjaga tekanan darah serta kolesterol tetap seimbang adalah hal yang paling utama mencegah terjadinya stroke.

Jika saudara, teman atau bahkan Anda anda yang mengalami penyakit stroke, Anda dapat menyembuhkan stroke dengan obat herbal Natural Remedies. Ini adalah obat herbal yang dibuat dari ekstrak kulit buah manggis dan daun sirsak tanpa campuran bahan kimia. Natural remedies adalah solusi untuk pengobatan stroke yang tepat, cepat dan alami.