Mengenal Migrain Aura dan Cara untuk Penyembuhannya

mengenal migrain aura dan cara untuk penyembuhannyaCara-menyembuhkan.com – Migrain dengan aura adalah nama yang yang mungkin relatif baru dari jenis migrain. Migrain aura adalah migrain yang diawali dengan perasaan atau gejala sesnsorik sesaat sebelum sakit kepala. Gejala awal ini disebut prodrome.

Para ilmuwan sendiri tidak yakni dengan apa yang menyebabkan migrain aura. Diperkirakan bahwa setidaknya dua bahan kimia di otak (serotonin dan dopamin) sangat berperan menimbulkan kondisi ini. Menurut teori, ada sesuatu yang salah dalam cara bahan kimia ini mengatur fungsi otak. Hal ini dapat menyebabkan otak dan sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan. Ketika ini terjadi, sel respon imun mengalir melalui pembuluh darah ke otak. Pembuluh darah pada otak akan terbuka luas untuk menampung sel-sel ini. Jika bahan kimia yang dilepaskan berlebihan, untuk membantu mengendalikan otot-otot pembuluh yang terbuka akan menghasilkan sakit kepala disertai denyut.

Faktor lain yang diduga menyebabkan migrain dengan aura adalah faktor genetik, kelebihan berat badan, zat makanan, perilaku dan lingkungan. Hal ini diketahui karena migrain sering terjadi dalam keluarga yang sebelumnya pernah mengalami migrain. Biasanya faktor genetik yang memicu migrain terjadi pada masa kanak-kanak dan bisa memburuk saat remaja. Meskipun anak laki-laki lebih beresiko terkena migrain daripada anak perempuan, namun saat dewasa justru wanita yang akan lebih beresiko terkena migrain daripada pria. Frekuensi migrain bisa berkurang seiring bertambahnya usia, dan akan menjadi jarang saat berusia 50 tahun.

Bagaimana Gejala Migrain Aura?

Migrain dengan aura hanya terjadi sekitar 20% dari jutan kasus migrain di dunia. Sakit kepala dianggap sebagai gejala umum dari semua jenis migrain. Sakit kepala biasanya terjadi pada bagian depan kepala pada satu atau kedua sisi, bisa saja disertai denyutan. Sakit kepala dapat berlangsung dari 4 sampai 72 jam.

Gejala Lain dari Migrain

  • Mual, muntah
  • Sensitif, mudah marah
  • Perasaan berlebih
  • Peka terhadap cahaya, suara atau gerak
  • Terdapat lingkaran hitam di bawah mata

Sedangkan untuk migrain aura, gejala umumnya adalah sama dengan gejala migrain biasa. Namun, ada gejala-gejala lain yang terjadi sekitar 30 menit atau kurang sebelum sakit kepala. Ini adalah gejala awal yang disebut prodrome. Gejala migrain aura ini bisa terjadi antara 5-20 menit, atau mungkin terus berlangsung meski sakit kepala sudah hilang. Gejala migrain aura tersebut adalah:

  • Blind spot atau scotomas (bintik buta pada lapangan pandang, biasanya berbentuk geometris sederhana seperti bulat, kotak, dsb)
  • Kebutaan pada setengah dari bidang visual (bisa satu mata atau keduanya). Ini disebut hemianopsia
  • Melihat pola zigzag (fortifikasi)
  • Melihat lampu berkedip (scintilla)
  • Perasaan tertusuk-tusuk pada kulit (paresthesia)
  • Kelemahan
  • Melihat hal-hal yang tidak benar-benar ada (halusinasi)

Bagaimana Migrain Aura di Diagnosis?

Untuk mendiagnosa tidak ada keluhan lain yang memicu sakit kepala, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis. Selain itu, dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan Anda dan meminta Anda untuk melakukan beberapa tes seperti tes darah, tes sinar-X, CT scan, atau MRI, dan sebagainya.

Bagaimana Cara Pengobatan Migrain Aura?

Jika Anda terdiagnosa menderita migrain dengan aura, maka pengobatan akan melibatkan dua tujuan yaitu menghilangkan gejala dan mencegah serangan berulang. Perubahan gaya hidup, obat-obatan dan perangkat medis lain akan disiapkan untuk mengobati.

Selain pengobatan medis, ada baiknya jika Anda juga menjalani pengobatan non medis. Yakni dengan mengkonsumsi obat-obatan herbal. Natural Remedies merupakan obat herbal multi khasiat karya anak bangsa yang  terbuat dari ekstrak kulit buah manggis dan daun sirsak. Di dalam obat herbal Natural Remedies ini terkandung berbagai macam zat yang sangat bermanfaat/berkhasiat untuk pengobatan sekaligus pencegahan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah untuk menyembuhkan migrain.

Baca juga artikel kesehatan lainnya >>